Hukum Mengonsumsi Belalang

Belakangan marak penjualan makanan olahan belalang goreng, bahkan marak juga yang ditawarkan secara online. Bagaimana hukum memakan belalang dari tinjuan syariat Islam?

Dalam beberapa literatur yang saya baca, belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya. Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang. Belalang dapat kita jumpai di tumbuh-tumbuhan atau tanaman, akan tetapi paling banyak ditemukan yakni belalang yang hidup di tanaman sawah seperti tanaman padi, palawija, dan di rumput yang tumbuh di sawah.

Terkait hukum memakan belalang, maka mayoritas ulama sepakat akan kehalalannya. Bahkan bangkai belalang alias belalang yang mati dengan sendirinya, beserta bangkai ikan, dikecualikan dari keumuman haramnya memakan bangkai. Dalam arti bangkai belalang dan ikan hukumnya halal dimakan. (Baca: Imam Taqiyuddin Abu Bakar, Kifayatul Akhyar Jilid 2, hlm. 487; Dr. Yusuf Qaradhawi, Halal dan Haram, hlm. 53; Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, hlm. 470).

Rasulullah Saw bersabda, “Ada dua bangkai dan dua darah yang dihalalkan untuk kita. Dua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah itu adalah hati dan limpa.” (HR. Ahmad, Syafi’i, Ibnu Majah, Baihaqi, dan Daruquthni. Hadits dhaif. Tetapi Imam Ahmad menyatakan bahwa hadits ini shahih tapi mauquf). (Sayyid Sabiq, Fikih Sunah Jilid 3: hlm. 433).

Pada riwayat lainnya, dari Abdullah bin Abi Aufa ra, ia berkata, “Kami pernah berperang bersama Rasulullah Saw sebanyak tujuh kali peperangan, sementara kami hanya memakan belalang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menyatakan, “Padanya disebutkan bahwa belalang halal hukumnya. Halal memakannya, baik matinya secara wajar, atau menimbunnya pada air panas atau dingin, tetapi yang mati dengan wajar lebih sedikit manfaat dan kelezatannya daripada yang mati dengan dimasak. Padanya juga terdapat macam dampak negatif, karena itu dikategorikan cacat yang menguranginya; maka andaikata seseorang membeli belalang lalu dia mendapatkannya dalam keadaan mati, maka ia boleh memilih; karena cacat, meskipun halal memakannya.” (Syarah Umdatul Ahkam, hlm. 951-952).

Dengan demikian menjadi jelas hukum mengonsumsi belalang, yakni halal, tanpa diragukan lagi. Bahkan para ulama zaman dahulu juga telah membahas tidak hanya hukum mengonsumsi belalang, namun juga membahas nilai gizi dan khasiat yang dikandungnya.

Salah satu ulama yang membahasnya adalah Ibnu Qayyim al-Jauziyah. Ia menyatakan, “Sifat daging belalang kering, panas, dan kurang bergizi.Terlalu banyak makan daging belalang membuat badan kurus. Jika dibakar dapat menjadi pengharum ruangan. Daging belalang dapat mempermudah dan menuntaskan buang air kecil, terutama bagi kaum wanita. Juga dapat digunakan untuk mengobati ambeien. Belalang gemuk dan tidak bersayap jika dibakar dan dimakan berkhasiat mengobati luka sengatan kalajengking. Namun bagian binatang ini sangat berbahaya untuk penderita sawan (epilepsi) atau orang yang pencernaannya kurang baik.” (Praktek Kedokteran Nabi, hlm. 467).

Belalang goreng yang dijual dalam kemasan (Sumber: Belalanggoreng.com)
Belalang goreng yang dijual dalam kemasan (Sumber: Belalanggoreng.com)

Penelitian ilmiah di era modern juga telah dilakukan dan membuktikan maafaat belalang. Seperti diungkapkan pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Ahmad Sulaiman sebagaimana yang dilansir Health.kompas.com (Selasa, 6 November 2012), belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral.

Menurut pakar dari Department of Community Nutrition, Fakultas Ekologi dan Manusia IPB itu, pada belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Belum kulitnya yang juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.

“Sudah banyak penelitian ilimiah yang membuktikan manfaat belalang. Di negara lain bahkan ada yang menjadikannya sebagai makanan pokok. Di Indonesia pun, di zaman kita susah belalang pernah menjadi makanan utama. Tetapi kini sudah banyak ditinggalkan karena ada beragan sumber protein lainnya,” tuturnya.

Semoga penjelasan ini bermanfaat. Wallahu a’lam.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com).

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

2 Comments on “Hukum Mengonsumsi Belalang”

  1. I see you don’t monetize your site, don’t waste your traffic,
    you can earn extra cash every month because you’ve got high quality content.
    If you want to know how to make extra $$$, search for: Mertiso’s tips best adsense alternative

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *