Madu, “Sang Raja Obat” yang Menakjubkan

Lebah Madu (Foto: madubinaapiari.co.id)
Lebah Madu (Foto: madubinaapiari.co.id)

Allah Swt mengetengahkan narasi yang indah dan mengagumkan terkait madu, di dalam Al-Quran: “Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)”. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 86-69).
Demikian juga sabda Rasulullah Saw:
Hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembuhan penyakit: yaitu dengan madu dan Al-Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim).
Dalam riwayat lain dikatakan, “Madu adalah penawar bagi setiap penyakit, dan Al-Qur’an adalah penawar bagi penyakit yang terdapat di dalam dada (hati), maka hendaklah kalian menggunakan dua terapi penyembuhan penyakit, yaitu dengan madu dan al-Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim).
Mahir Hasan Mahmud Muhammad dalam buku Mukjizat Kedokteran Nabi, mengutip dari kitab At-Thib min al-Kitab wa al-Sunnah karya Maufiq Al-Din Al-Baghdadi, menyatakan bahwa Rasulullah meminum segelas madu dicampur air, setiap hari sebelum sarapan.
Menurut Mahir, hikmah meminum madu sangat menakjubkan untuk memelihara kesehatan. Abu Qurath, seorang bapak medis, yang telah berusia lebih dari 108 tahun, ia selalu mengonsumsi madu setiap hari. Hal yang sama dilakukan penyair Yunani, Anacreon, yang hidup 115 tahun.

Berbagai Riset Tentang Madu
Dalam tahun-tahun terakhir telah dilakukan banyak riset dan penelitian ilmiah untuk memastikan dan membuktikan energi dan kemampuan madu lebah dalam menyembuhkan banyak jenis penyakit. Pada tahun 1988 telah beredar di majalah bedah di Inggris, sebuah studi tentang penggunaan madu pada luka-luka dan bisul atau borok, yang tidak mempan disembuhkan oleh antibiotik, namun dapat disembuhkan dengan madu murni.
Pada bulan November, tahun 1992, para peneliti Australia telah melakukan riset dan disebarkan bahwa mereka menggunakan madu untuk menyembuhkan 15 pasien, melakukan operasi ringan luka-luka. Dan mereka menemukan bahwa madu sangat efektif, tidak membebani, dan ia tidak memerlukan penjahitan ulang atas luka-luka pasien.
Pada tahun 1993, Dr. Efan melakukan riset, ia mengobati 20 orang pasien, dengan memberikan kumuran madu selain memberikan antibiotik memalui mulut. Ia melakukan cara ini sebagai cara yang lebih unggul dari pengobatan tradisional.
Banyak sekali studi yang menyatakan bahwa madu alamiah memberikan pengaruh yang efektif untuk menghentikan pertumbuhan hampir semua bakteri atau kuman dan jamur yang disebabkan oleh radang luka. Dan madu dipandang sebagai pengobatan ideal untuk membalut perban luka yang bernanah setelah menjalani proses operasi.
Tidak diragukan lagi bahwa sebaik-baik jenis madu adalah madu alami, bukan produk pabrik atau yang dicampur dengan campuran bahan-bahan lain. Madu memiliki manfaat untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Riset dan penelitian yang dilakukan secara terus-menerus di seluruh penjuru dunia telah menemukan sebagian dari manfaat madu.

Madu (Foto: madu-asli.org)
Madu (Foto: madu-asli.org)

Empat Khasiat Dahsyat Madu
Dalam buku Tubuh Anda Adalah Dokter yang Terbaik, Dr. Husen A. Bajry (dokter perintis sebuah Rehabilitasi Medis di sebuah daratan tinggi di kota Purwakarta, Jawa Barat) menyatakan, madu mengandung sejumlah unsur organik dan non-organik, baik yang sudah diketahui maupun yang belum diketahui.
Dr. Husen menyebutkan, setidaknya ada empat khasiat madu yang luar biasa untuk tubuh manusia, sebagai berikut:

Pertama; Madu is The Best Tonic (Tonik Terbaik)
Hasil riset yang dilakukan di Memphis University, Amerika Serikat, menemukan bahwa mengonsumsi madu setelah olahraga bisa membantu tubuh memulihkan stamina dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Pada penelitian tersebut, dibagi tiga kelompok dari 39 orang pria dan wanita yang diberi latihan beban berat yang sama. Setelah latihan, kelompok pertama diberi suplemen protein dicampur gulamalto-dekstrin; kelompok kedua mengonsumsi campuran karbohidrat kompleks; dan kelompok ketiga diberi campuran madu.
Dari hasil penelitian tersebut, ternyata hanya kelompok yang mendapat kombinasi protein-madulah yang menunjukkan kadar gula darah optimal dalam 2 jam setelah latihan. Pada anggota kelompok ini juga menunjukkan kepemilikan kadar hormon yang lebih membantu dalam pemulihan otot.

Kedua; Madu, Si Penambah Nafsu Makan
Manfaat madu bagi anak sangatlah luar biasa. Pemberian madu setiap hari pada anak secara teratur, dapat menurunkan tingkat morbiditas (panas dan pilek) dan meningkatkan nafsu makan pada balita.
Berdasarkan penelitian di International Holistic Tourist Hospital terhadap anak-anak yang rentan daya tahan tubuhnya dengan nafsu makan yang kurang baik setelah 1 sampai 2 minggu diberi madu (Royal Jelly Honey) dengan dosis 2 sendok makan di pagi hari dan 2 sendok makan di malam hari terbukti adanya perubahan yang sangat luar biasa, baik terhadap nafsu makan yang meningkat maupun pada perbaikan daya tahan tubuh mereka.

Ketiga; Madu Sebagai Prebiotik
Salah satu manfaat madu adalah mengendalikan bakteri “jahat” tanpa mengganggu keberadaan bakteri “baik”. Dengan kata lain, mad berfungsi sebagai senyawa “Prebiotik”. Ada beberapa faktor yang membuat madu memiliki sifat prebiotik.
(1) Kadar gula alami yang tinggi pada madu (terdiri atas glukosa 34%, fruktosa 40-50%, sukrosa 1,9%) mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri.
(2) Madu bersifat asam (mengandung asam formiat, asam malat, asam asetat, asam sitrat, asam suksinat, dengan ph 3-4) yang tidak disukai oleh bakteri jahat.
(3) Madu mengandung senyawa radikal hidrogen peroksida (H2O2) yang sanggup menghabisi bakteri jahat dan berbagai mikro organisme berbahaya lainnya.
(4) Madu mengandung senyawa organik yang bersifat antibakteri jahat, antara lain inhibine dari kelompok flavonoid, glikosida, dan polyphenol.
(5) Senyawa 10-hidroxidecen-2oic acid merupakan senyawa antibakteri jahat yang dikandung royal jelly pada madu.

Keempat; Madu Sebagai Antibakteri
Madu bisa dipakai sebagai “obat luka”. Pada penelitian tersebut telah ditemukan bahwa orang-orang yang menggunakan madu dengan cara menaruhnya dalam pembalut luka, tingkat kesembuhan seperempat lebih cepat daripada mereka yang Cuma menggunakan pengobatan standar biasa. Menurut Mark Stengler, madu memiliki efek anti peradangan alami yang menyebabkan luka sembuh lebih cepat. Selain itu, madu juga mengandung “fitokimia” (zat-zat kimia yang terdapat pada berbagai jenis tumbuhan dan bahan makanan) yang dapat membunuh virus, bakteri, dan jamur.
Pada tahun 1998 sebuah studi dilakukan di India untuk mengetahui medicinal value efek madu dalam pengobatan luka bakar. Penelitian dilakukan pada dua kelompok penderita luka bakar yang masing-masing kelompok terdiri dari 52 penderita. 52 pasien luka bakar kelompok pertama menggunakan madu sebagai obat, sementara kelompok kedua diberikan obat sulfadiazine. Hasilnya; 87% kelompok yang menggunakan madu sembuh dalam 15 hari, sedangkan kelompok kedua hanya 10% yang mampu pulih dalam kurun waktu yang sama.
Madu sudah lama dipercaya sebagai antibiotik. Penelitian di University of Waikoto, Hamilton, Selandia Baru membuktikan bahwa madu memang mengandung zat antibiotik yang snagat mujarab dalam menangkis serangan bakteri. Ada banyak infeksi yang mampu diobati dan dihambat dengan mengonsumsi madu secara teratur, antara lain penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit, batuk, pilek, dan infeksi saluran pernafasan, demam, dan hati.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com).

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *