Bahaya Tidak Membaca Doa Sebelum Menggauli Istri

Mau tanya, bagaimana hukum tidak membaca doa sebelum menggauli istri, baik karena lupa atau karena yang lainnya? Terima kasih atas jawabannya.

Dalam doktrin Islam, doa adalah sesuatu yang vital dalam spektrum ibadah dan aktivitas seorang muslim. Beberapa hadits menyebutkan keutamaan doa, di antaranya “Doa adalah otak (sumsum) ibadah” (HR. At-Tirmidzi), “Doa adalah senjata orang beriman“ (HR. Abu Ya’la), dan lainnya.

Oleh karenanya, Islam senantiasa mengajarkan doa-doa di setiap kesempatan dan aktivitas, baik aktivitas yang bersifat ta’abbudiyah (ibadah) maupun aktivitas muamalah, sejak dari bangun tidur hingga akan tidur lagi.

Doa itulah yang menjadi ruh dari aktivitas seorang muslim, sehingga aktivitas itu tetap terjaga dalam kebaikan yang diridhai-Nya serta bernilai ibadah dan amal shalih di sisi-Nya. Doa itulah juga yang sesungguhnya menjadi rahasia diliputinya keberkahan dalam kehidupan seorang muslim dalam berbagai aktivitasnya sehari-harinya. Yakni, menjadikan seorang muslim selalu bertambah kebaikan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Termasuk dalam urusan pemenuhan kebutuhan biologis, Islam mengajarkan adab di antaranya agar seorang muslim memulai persetubuhannya dengan membaca doa terlebih dahulu.  Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqih Sunah (Jilid 2, hlm. 367) menyatakan, ketika hendak bersenggama, disunnahkan membaca basmalah dan ta’awudz. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian hendak ‘mendatangi’ istrinya, hendaklah ia mengucapkan, ‘Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaithan wa jannibi asy-syaithan ma razaqtana (Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkan kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anugerah yang Engkau berikan kepada kami)’. Jika dari hubungan itu ditakdirkan melahirkan seorang anak, maka selamanya setan tidak akan membahayakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Muhammad Nasib Ar- Rifa’i dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1, hlm 56) berkata, “Disunnahkan membaca basmalah ketika masuk WC, memulai wudlu, makan, dan menyembelih. Khusus untuk menyembelih, sebagian ulama mewajibkannya. Disunnahkan pula  ketika hendak berjima’ karena ada keterangan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra (sebagaimana yang telah disebutkan di atas).”

Dari uraian di atas bisa dipahami bahwa berdoa sebelum menyetubuhi istri hukumnya adalah sunnah. Sehingga tidak ada implikasi dosa bila meninggalkannya, baik karena lupa atau karena faktor lainnya. Hanya saja, berdoa sebelum bersenggama memiliki keutamaan yang agung, sehingga amat merugi bila meninggalkannya.  Bahkan tidak membaca doa sebelum menggauli istri memiliki bahaya atau dampak negatif yang tidak bisa dipandang remeh.

Setidaknya ada dua bahaya atau dampak negatif tidak membaca doa sebelum menggauli istri, sebagai berikut:

Pertama; tercerabut dari keberkahan. Aktivitas seksual suami-istri merupakan aktivitas halal yang bernilai ibadah. Sedang Rasulullah Saw bersabda, “Setiap perkara (kehidupan)  yang tidak dimulai dengan Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya.” (HR. Ibnu Hibban).

Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarh Kitab Kasyfu Syubuhaat berkata, “Hikmah yang tersimpan dalam mengawali perbuatan dengan Bismillahirrahmaanirraahiim adalah demi mencari barakah dengan membacanya. Karena ucapan ini adalah kalimat yang berbarakah, sehingga apabila disebutkan di permulaan kitab atau di awal risalah maka hal itu akan membuahkan barakah baginya. Selain itu di dalamnya juga terdapat permohonan pertolongan kepada Allah ta’ala”.

Doa sebelum menggauli istri yang diajarkan oleh Rasulullah Saw di dalamnya terkandung basmalah. Sehingga meninggalkan doa tersebut sama saja meninggalkan basmalah saat memulai aktivitas yang baik. Sehingga kerugian pertama bagi orang-orang yang meninggalkan doa sebelum bersenggama adalah tercerabutnya keberkahan dalam aktivitasnya tersebut. Sedang keberkahan adalah semakin bertambahnya kebaikan dan kebahagiaan yang dikaruniakan oleh Allah Swt dalam kehidupan seseorang.

Kedua; persetubuhannya berpotensi diintervensi oleh setan. Selain basmalah, doa sebelum bersenggama yang diajarkan oleh Rasulullah juga mengandung ta’awudz, yakni permohonan perlindungan dari intervensi dan gangguan setan. Sehingga meninggalkan doa sebelum bersenggama tersebut akan membuka kesempatan adanya intervensi setan dalam persetubuhan yang dilakukannya.

Mengenai doa sebelum bersetubuh, Ali Ahmad Utsman dalam bukunya Al-Mabadi’ Al-Islamiyyati fi Al-Hayati Az-Zaujiyyati menyatakan, doa sebelum bersetubuh dengan istri sangat penting untuk menjaga keturunan dari setan dan tanpa doa tersebut setan akan ikut bergabung dalam anak dan mempengaruhinya.

Syaikh Wahid Abdus Salam Bali dalam bukunya Sihir dan Cara Pengobatannya Secara Islami mengisahkan ada satu jin yang pernah menceritakan kepadanya setelah jin itu masuk Islam dan bertobat kepada Allah. Jin itu mengaku pernah menyertai seseorang (manusia) ketika melakukan hubungan seks yang tanpa membaca doa tersebut.

Bila direnungkan, dua kerugian itu termasuk kerugian besar yang mengandung dampak negatif bagi kehidupan seorang muslim. Maka, meski hukumnya sunnah dan tidak berimplikasi dosa bila meninggalkannya, namun hendaklah setiap muslim serius memperhatikan persoalan ini dengan senantiasa berdoa terlebih dulu sebelum melakukan persetubuhan dengan istrinya. Semoga dengan demikian, persetubuhannya tidak hanya mencapai puncak kenikmatan seksual (orgasme) seperti yang diinginkan, namun juga mendapatkan barakah dan perlindungan dari Allah dari segala jenis intervensi setan. Semoga ulasan ini bermanfaat. Aamiin. Wallahu a’lam.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com).

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *