Mimpi Basah Apakah Membatalkan Puasa?

Assalamu’alaikum, mau tanya ustad. Kemarin saya habis subuh tidur lagi dan setelah bangun celana saya basah (mimpi basah)…batalkah puasa saya ustad? Terima kasih. Wassalam.

Puasa dalam terminologi syariat adalah menahan diri dengan niat dari makan, minum, jima’, dan lainnya yang ditetapkan oleh syariat, diikuti menahan diri dari perbuatan kotor dan kefasikan. Puasa dalam satu hari diawali dengan terbitnya fajar kedua, yaitu semburat putih yang melintang di ufuk timur, dan berakhir dengan terbenamnya matahari. (Syekh Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan, Mulakhkhas Fiqhi Jilid 1, hlm. 604).

“…. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang Telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam….” (QS. Al-Baqarah [2]: 187)

Salah satu perkara yang membatalkan puasa dan wajib mengqadha adalah keluarnya sperma (mani) dengan sengaja. Bisa melalui onani atau yang lain. Tapi jika keluarnya sperma di luar kesengajaannya, maka puasanya tidak batal. “Mimpi basah” atau keluar sperma saat tidur tentu di luar kesengajaan, karenanya tidak membatalkan puasa.

Sulaiman Rasjid dalam bukunya Fiqh Islam (hlm. 2013, hlm. 233) menyatakan, “Karena keluar mani itu adalah puncak yang dituju orang pada persetubuhan, maka hukumnya disamakan dengan bersetubuh. Adapun keluar mani karena bermimpi, mengkhayal, dan sebagainya, tidak membatalkan puasa.”

Syekh Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan dalam Mulahkkhas Fiqhi Jilid 1 (hlm. 619) juga menyatakan, mengeluarkan sperma disebabkan oleh ciuman atau bersentuhan atau onani atau memandang terus-menerus, jika hal itu terjadi maka rusaklah puasanya, dia wajib mengqadhanya tanpa kafarat, karena kafarat hanya berlaku untuk hubungan suami istri.

Jika seseorang tidur dan bermimpi yang menyebabkan air maninya keluar maka puasanya tetap sah, tidak ada dosa atasnya, karena hal tersebut terjadi tanpa keinginannya, namun dia wajib mandi junub. Wallahu a’alam. Semoga menjadi jelas dan bermanfaat.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com).

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *