Doa di Tengah Kecamuk Fitnah Terhadap Kaum Muslimin

Rabbanaa laa taj’alnaa fitnatal lilladziina kafaruu waghfirlanaa rabbanaa. Innaka antal aziizul hakiim.

”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al-Mumtahanah [60]: 5).

Doa di atas adalah doa yang dibaca oleh Nabiyullah Ibrahim alaihis salam dan para pengikutnya. Yakni saat mereka meninggalkan kaumnya. Berlepas diri dari agama dan cara hidup kaumnya, yang diselimuti gulita kekafiran, karena menolak beriman.

Doa di atas mengandung dua hal:

  1. Permohonan dijauhkan dari fitnah orang-orang kafir
  2. Permohonan ampunan kepada Allah Ta’ala

Kalimat ”Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir” maksudnya adalah janganlah Engkau menangkan mereka atas kami, sehingga dengan kemenangan itu, mereka akan terkena fitnah, yaitu mereka berpandangan bahwa kemenangan mereka itu semata-mata karena mereka berada di atas kebenaran.Penafsiran inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Sedangkan Ibnu Abbas menafsirkan, “Janganlah Engkau berikan kekuasaan kepada mereka terhadap kami, sehingga mereka akan memberikan fitnah kepada kami.”

Adapun kalimat “Dan ampunilah kami ya Tuhan kami maksudnya yaitu, janganlah Engkau perlihatkan dosa-dosa kami kepada yang lain dan maafkanlah semua kesalahan yang telah terjadi pada kami.

Engkaulah yang Maha Perkasa”, yang tidak akan teraniaya orang yang melindungkan dirinya kepada-Mu;  lagi Maha Bijaksanadalam semua ucapan, perbuatan, syariat, dan takdir-Mu.

Demikianlah penjelasan doa di atas sebagaimana yang ditulis oleh Muhammad Nasib Ar-Rifa’ dalam Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir (Tafsiru al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir) jilid 4.

Hari-hari ini kaum muslimin Indonesia menghadapi situasi yang berat. Berbagai kecamuk fitnah mencuat. Antar kaum muslimin seperti diadu, dibuat bertikai, sehingga ukhuwah islamiyah seolah telah memudar. Antar elemen kaum muslimin saling berhadap-hadapan seperti musuh. Padahal harusnya mereka hidup rukun dalam harmoni yang kokoh karena dibuhul tali aqidah yang sama.

Doa di atas mari kita panjatkan bersama dengan khusyu’ dan tadharru’, seusai shalat-shalat kita, seusai tahajud-tahajud kita di malam yang hening. Semoga kecamuk fitnah ini lekas berakhir. Dan kaum muslimin diberikan kemenangan yang nyata (fathan mubiina) dari Allah Azza wa Jalla. Allahumma aamiin.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com)

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *