Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan Tanpa Uzur

Sumber gambar: wahdah.or.id

Bagaimana hukum seorang muslim tidak berpuasa di siang hari bulan Ramadhan tanpa ada uuzur? Mohon penjelasannya.

Secara etimologi (bahasa), puasa (ash-shiyam) berarti al-imsak ‘an asy-syai’, yakni ‘menahan diri dari sesuatu’, baik perkataan ataupun makanan.

Adapun dalam terminologi syariat, puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar  hingga terbenamnya matahari, disertai dengan niat.

Hukum Puasa Ramadhan

Umat Islam telah bersepakat atas wajibnya puasa Ramadhan, bahwa puasa Ramadhan itu termasuk salah satu rukun Islam yang secara pasti sudah diketahui kedudukan pentingnya dalam agama ini, dan siapapun yang mengingkarinya maka dia kafir dan murtad dari Islam.

Kewajiban berpuasa Ramadhan didukung dalil-dalil yang terang dan valid, baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunah.

Dalil dari Al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

“Bulan Ramadhan (adalah) bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada  di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Dalil dari Sunah adalah sabda Nabi Saw, “Islam dibangun di atas lima asas: syahadat bahwa tiada sesembahan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; menegakkan shalat; menunaikan zaka;, haji ke Baitullah; dan puasa Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Thalhah bin Ubaidillah ra meriwayatkan bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Saw, “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang puasa yang diwajibkan Allah kepadaku?”

Nabi Saw menjawab, “Puasa Ramadhan.”

Laki-laki itu bertanya lagi, “Apakah masih ada yang diwajibkan kepadaku?”

Rasulullah bersabda, “Tidak ada, kecuali jika kamu berpuasa sunah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pensyariatan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan mulai disyariatkan pada hari Senin, 2 Sya’ban tahun ke-2 Hijriyah. Namun sebelum itu, puasa juga dikenal pada umat-umat terdahulu, dan dikenal juga di kalangan Ahli Kitab yang hidup semasa Rasulullah.

Akan tetapi, puasa Ramadhan belum pernah diwajibkan sebelum itu. Jadi, dalam soal puasa, umat Nabi Muhammad Saw memiliki kesamaan dengan umat-umat terdahulu. Hanya saja, umat Nabi Muhammad diistimewakan dengan puasa Ramadhan.

Hukum Meninggalkan Puasa Ramadhan Tanpa Uzur

Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukum Islam sekaligus merupakan kewajiban yang diketahui dalam agama secara dharuri. Artinya, orang yang mengingkari wajibnya puasa Ramadhan, maka ia telah kafir. Adapun orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur, namun ia tidak mengingkari kewajiban puasa, maka ia merupakan orang yang fasik, tidak kafir.

Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya Al-Kabaair (Dosa-Dosa Besar) memasukkan “tidak berpuasa tanpa uzur di siang hari bulan Ramadhan” sebagai salah satu dosa besar.

Syeikh Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunah saat membahas ancaman bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan menyebutkan beberapa hadits, di antaranya sebuah hadits Abu Hurairah yang meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda, “Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa sebab yang diperbolehkan Allah kepadanya, maka (dosanya) tidak dapat ditebus meskipun ia berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi).

Bukhari berkata, “Disebutkan dari Abu Hurairah secara marfu’, ‘Barangsiapa yang tidak berpuasa  satu hari di bulan Ramadhan tanpa uzur atau sakit, maka (dosanya) tidak bisa ditebus dengan puasa setahun penuh’.” Pendapat ini juga dianut oleh Ibnu Mas’ud.

Dengan demikian menjadi jelas kedudukan dan hukum puasa Ramadhan dalam syariat Islam berserta  ancaman bagi yang meninggalkannya. Wallahu’alaim.* (Kang Asti, pengelola perspektifislam.com)

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *