5 Amalan yang Disunnahkan Berwudhu Sebelum Melakukannya

Wudhu adalah menghilangkan hadats kecil untuk shalat dan lainnya, dengan cara menyucikan wajah, dua tangan, kepala, dan dua kaki dengan air. Nabi Saw bersabda, “Allah tidak menerima shalat seseorang di antara kalian ketika dia berhadats, sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam Islam, berwudhu sejatinya tidak hanya sekedar  membersihkan diri dari hadats kecil, namun juga menyimpan sejumlah keutamaan yang agung. Ada banyak hadist yang menginformasikan keutamaan berwudhu. Di antaranya adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah ra. Bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:

Maukah kalian aku tunjukkan pada perkara yang menyebabkan Allah menghapus dosa-dosa kalian dan mengangkat derajat kalian?” Para sahabat menjawab, “Mau, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, Menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah kaki ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat sebelumnya. Itulah jihad…., itulah jihad….., dan itulah jihad.” (HR. Malik, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Keutamaan agung lainnya terdapat dalam sebuah hadits shahih. Bahwasannya Nabi Saw mendengar suara derap sandal Bilal di depan beliau di surga, lalu beliau bertanya, “Dengan apa engkau dapat mendahuluiku masuk surga?” Bilal menjawab, “Wahai Rasulullah, tidaklah aku adzan melainkan aku melakukan shalat dua rekaat, dan ketika aku tertimpa hadats, maka aku segera berwudhu darinya.” Lalu Rasulullah Saw bersabda, “Karena hal itu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berbagai keutamaan wudhu itu seharusnya mendorong seorang muslim untuk senantiasa menjaga wudhu atau setidaknya memperbanyak berwudhu di berbagai kesempatan. Setidaknya ada 5 amalan yang disunnahkan berwudhu sebelum melakukannya, sebagai berikut:

1. Sebelum berdzikir

Berdzikir atau dzikrullah (mengingat Allah) merupakan amalan yang utama. Beruntunglah seorang muslim yang lisannya selalu basah oleh dzikrullah. Memang berdzikir dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun tanpa harus berwudhu sebelumnya. Sebagaimana hadits Aisyah ra, bahwasannya Nabi Saw berdzikir mengingat Allah pada setiap keadaan dan waktu. (HR. Muslim).

Namun berwudlu sebelum dzikrullah merupakan sebuah kesunnahan. Kesunnahan ini berdasarkan hadits Muhajir bin Qunfudz, bahwasannya dia mengucapkan salam kepada Nabi Saw ketika beliau sedang berwudhu, lalu beliau tidak menjawab salamnya sampai beliau selesai berwudhu. Saat itulah beliau menjawab salamnya. Lalu Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya tiada yang menghalangiku untuk menjawab salammu kecuali karena aku tidak suka bahwa diriku berdzikir mengingat Allah kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’I, Ibnu majah, ad-Darimi, dan Ahmad).

2. Saat hendak tidur

Saat hendak tidur, disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Kesunnahan itu sebagaimana sebuah hadits dari Barra’ bin Azib ra dia berkata, Nabi Saw bersabda, “Apabila engkau hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah pada bagian tubuhmu yang sebelah kanan, kemudian ucapkanlah doa, (artinya) “Wahai Allah, aku menyerahkan diri kepada-Mu…” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Orang yang junub ketika hendak makan atau tidur

Ketika sedang dalam kondisi junub atau berhadats besar, disunnahkan untuk berwudhu ketika hendak makan atau minum dan ketika hendak tidur. Sebuah hadits dari Aisyah ra menyatakan kesunnahan itu. Aisyah ra berkata, “Rasulullah Saw apabila sedang dalam keadaan junub, lantas beliau hendak makan atau tidur, maka beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim serta yang lainnya).

4. Saat hendak mengulangi jima’

Ketika seorang muslim usai berjima’ atau bersetubuh dengan istrinya dan hendak mengulangi lagi, maka disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Sebuah hadits dari Abu Sa’id ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian menyetubuhi istrinya, kemudian dia ingin mengulanginya, maka hendaklah dia berwudhu.” (HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan an-Nasa’i).

5. Sebelum mandi jinabat

Sebelum melakukan mandi jinabat, disunnahkan untuk berwudhu sebelumnya. Dari Aisyah ra, ia berkata, “Rasulullah Saw apabila mandi karena junub, beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan beliau, kemudian beliau menuangkan air dengan tangan kanannya kepada tangan kirinya, lalu beliau membasuh kemaluan beliau, kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim, serta yang lainnya).

Demikian 5 amalan yang disunnahkan untuk berwudhu sebelum melakukannya. Semoga memotivasi kita untuk senantiasa melakukan kesunnahan yang in sya Allah akan membawa keberkahan bila kita melakukannya. Aamiin.* (Kang Asti, www.perspektifislam.com)

Comments

comments

About Kang Asti

Penulis lepas di sejumlah koran dan penulis produktif buku-buku Islami. Ketua Yayasan Mutiara Ilma Nafia Grobogan dan mengasuh sejumlah majelis taklim. Pertanyaan, undangan, kerjasama, dll via SMS/WA: 081347014686

View all posts by Kang Asti →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *